Arti DO dalam Jual Beli: Fungsi, Isi, dan Bedanya dengan Surat Jalan

arti do dalam jual beli

TL;DR

DO dalam jual beli adalah singkatan dari Delivery Order, yaitu dokumen perintah pengiriman barang dari penjual ke pembeli. DO berisi detail barang, jumlah, alamat tujuan, dan jadwal pengiriman. Dokumen ini berbeda dari surat jalan: DO berfungsi sebagai perintah internal untuk mengeluarkan barang dari gudang, sedangkan surat jalan menemani barang selama perjalanan pengiriman.

Dalam transaksi jual beli, terutama yang melibatkan pengiriman barang dalam jumlah besar, Anda pasti akan menemui istilah DO. Dokumen ini terlihat sederhana, tetapi perannya krusial: tanpa DO yang jelas, barang bisa salah kirim, jumlahnya tidak sesuai, atau bahkan tidak tercatat sama sekali di sistem. Arti DO dalam jual beli perlu dipahami oleh siapa pun yang terlibat dalam proses pembelian, penjualan, atau pengiriman barang.

Apa Itu DO (Delivery Order)?

DO atau Delivery Order adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh penjual sebagai instruksi tertulis kepada bagian gudang untuk mengeluarkan dan mengirimkan barang sesuai pesanan pembeli. Menurut IDX Channel, DO merupakan bagian krusial dalam rantai distribusi barang karena menjadi titik awal proses pengiriman secara fisik.

Secara sederhana, DO adalah “perintah kirim”. Ketika pembeli sudah melakukan pemesanan dan pembayaran (atau memenuhi syarat pembayaran yang disepakati), penjual menerbitkan DO agar gudang tahu barang apa yang harus disiapkan dan dikirim ke mana.

Fungsi DO dalam Proses Jual Beli

DO bukan sekadar formalitas administratif. Dokumen ini punya beberapa fungsi penting yang langsung mempengaruhi kelancaran operasional bisnis:

  • Instruksi pengiriman: DO memberi tahu bagian gudang secara detail barang apa yang harus dikeluarkan, berapa jumlahnya, dan ke mana tujuan pengirimannya.
  • Bukti pemrosesan pesanan: DO menunjukkan bahwa penjual sudah memproses pesanan dan barang siap dikirim. Ini penting untuk pelacakan status pesanan.
  • Kontrol stok gudang: Setiap DO yang diterbitkan otomatis mengurangi stok di sistem. Tanpa DO, pencatatan keluar masuk barang bisa kacau.
  • Dasar penagihan: DO sering dijadikan acuan saat membuat faktur atau invoice. Data di DO harus cocok dengan jumlah barang yang benar-benar dikirim.
  • Dokumen pendukung audit: Saat ada pemeriksaan, DO menjadi bukti bahwa setiap pengiriman sudah melalui proses yang sah.

Komponen yang Ada di Dalam DO

Setiap Delivery Order biasanya memuat informasi berikut:

  • Nomor DO (sebagai identitas unik dokumen)
  • Tanggal penerbitan
  • Nama dan alamat penjual (pengirim)
  • Nama dan alamat pembeli (penerima)
  • Deskripsi barang: nama, jenis, spesifikasi
  • Jumlah dan satuan barang
  • Metode pengiriman (darat, laut, atau udara)
  • Jadwal pengiriman
  • Kolom tanda tangan: petugas gudang, pengirim, dan penerima

Menurut Distri, DO umumnya dibuat rangkap tiga: satu untuk arsip penjual, satu untuk ekspedisi, dan satu lagi untuk pembeli sebagai bukti penerimaan barang.

Baca juga: Contoh Pengajuan Pinjaman KUD: Syarat dan Langkahnya

Perbedaan DO dan Surat Jalan

Banyak orang menganggap DO dan surat jalan adalah dokumen yang sama. Kenyataannya, keduanya punya fungsi dan pihak yang menggunakannya berbeda.

AspekDelivery Order (DO)Surat Jalan
Fungsi utamaPerintah mengeluarkan barang dari gudangDokumen pendamping selama pengiriman
Dibawa kurir?Tidak selaluWajib dibawa kurir
Pihak yang terlibatPenjual dan bagian gudangPenjual, kurir, dan pembeli
Kapan diterbitkan?Sebelum barang keluar gudangSaat barang mulai dikirim
Fungsi hukumBukti internal perusahaanBukti serah terima dengan pembeli

Dalam beberapa bisnis kecil, DO dan surat jalan memang digabung menjadi satu dokumen. Tetapi untuk perusahaan yang sudah menerapkan sistem manajemen gudang (warehouse management system), kedua dokumen ini biasanya terpisah agar proses pencatatan lebih rapi dan bisa dilacak per tahapan.

Alur Proses DO dalam Transaksi

Untuk memahami posisi DO dalam keseluruhan proses jual beli, berikut alur umumnya:

  1. Pembeli melakukan pemesanan (purchase order).
  2. Penjual mengonfirmasi pesanan dan membuat DO.
  3. DO dikirim ke bagian gudang sebagai instruksi pengiriman.
  4. Gudang menyiapkan barang sesuai detail di DO.
  5. Barang diserahkan ke ekspedisi atau kurir, disertai surat jalan.
  6. Pembeli menerima barang dan menandatangani bukti penerimaan.
  7. Penjual menerbitkan invoice berdasarkan DO yang sudah selesai.

Menurut Waresix, kesalahan paling sering terjadi di tahap 3 dan 4, yaitu ketika informasi di DO tidak lengkap atau tidak sesuai dengan pesanan asli. Akibatnya, barang yang dikirim bisa salah jenis atau kurang jumlahnya.

Tips Membuat DO yang Akurat

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menerbitkan Delivery Order:

  • Cocokkan dengan purchase order: Sebelum menerbitkan DO, pastikan semua detail (jenis barang, jumlah, alamat) sudah sesuai dengan pesanan pembeli.
  • Gunakan penomoran berurutan: Nomor DO yang sistematis mempermudah pelacakan dan mencegah duplikasi.
  • Cantumkan informasi lengkap: Jangan hanya menulis nama barang. Sertakan kode produk, satuan, dan spesifikasi agar gudang tidak salah mengambil barang.
  • Simpan salinan digital: Selain salinan fisik, simpan juga versi digital DO untuk mempermudah pencarian dan menghindari kehilangan dokumen.

DO dalam jual beli bukan dokumen yang bisa dianggap sepele. Ketika setiap Delivery Order dibuat dengan detail yang akurat dan diproses tepat waktu, risiko kesalahan pengiriman bisa ditekan dan hubungan bisnis dengan pembeli tetap terjaga. Bagi Anda yang mengelola usaha dengan volume pengiriman tinggi, merapikan sistem DO bisa menjadi langkah awal yang berdampak besar pada efisiensi operasional.

FAQ

Apakah DO wajib ada dalam setiap transaksi jual beli?

Tidak selalu wajib secara hukum, tetapi sangat dianjurkan terutama untuk transaksi yang melibatkan pengiriman barang fisik. DO membantu mencegah kesalahan pengiriman dan menjadi bukti administratif yang berguna saat ada perselisihan.

Siapa yang menerbitkan DO?

DO diterbitkan oleh penjual atau pihak yang mengirim barang. Biasanya bagian penjualan atau admin sales yang membuat DO setelah pesanan dikonfirmasi, lalu menyerahkannya ke bagian gudang untuk diproses.

Apa yang terjadi jika DO salah atau tidak lengkap?

DO yang tidak akurat bisa menyebabkan barang salah kirim, jumlah tidak sesuai, atau pengiriman ke alamat yang keliru. Hal ini bisa menimbulkan biaya tambahan untuk retur dan pengiriman ulang, serta menurunkan kepercayaan pembeli.

Apakah DO dan invoice itu sama?

Berbeda. DO adalah perintah pengiriman barang, sedangkan invoice adalah dokumen penagihan pembayaran. DO diterbitkan sebelum barang dikirim, sementara invoice biasanya diterbitkan setelah barang diterima oleh pembeli.

Scroll to Top